MEMBANGUN DESA DENGAN TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK MENUJU MASYARAKAT DESA MELEK IT

Artikel

PEMANFAATAN DAUN KELOR SEBAGAI UPAYA PENURUNAN ANGKA STUNTING OLEH MAHASISWA KKN 25 UNUSA

04 Agustus 2023 20:30:00  KUSNAN  141 Kali Dibaca  Berita Desa

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah 5 tahun) akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian, prevalensi balita stunting di Indonesia mencapai 21,6% pada tahun 2022. Provinsi Jawa Timur menempati urutan ke-25 dengan persentase 19,2%. Melansir dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), stunting adalah gangguan perkembangan anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan yang berlangsung lama.

Stunting yang telah terjadi bila tidak diimbangi dengan catch-up growth (tumbuh kejar) mengakibatkan menurunnya pertumbuhan. Masalah stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berhubungan dengan meningkatnya risiko kesakitan, kematian, dan hambatan pada pertumbuhan baik motorik maupun mental. Dengan adanya permasalahan tersebut, mahasiswa KKN UNUSA Kelompok 25 berusaha membantu untuk mencegah stunting dengan melakukan sosialisasi stunting (31/7). Sosialisasi ini bertujuan agar masyarakat dapat mencegah akan permasalahan stunting yang sudah merebah di masyarakat. Sosialisasi stunting merupakan rangkaian dari beberapa kegiatan mahasiswa KKN UNUSA Kelompok 25. Sosialisasi stunting merujuk pada ibu kader posyandu dan ibu-ibu yang memiliki balita. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) adalah kegiatan pemberian makanan kepada balita dalam bentuk kudapan yang aman dan bermutu beserta kegiatan pendukung lainnya dengan memperhatikan aspek mutu dan keamanan pangan serta mengandung nilai gizi yang sesuai dengan kebutuhan sasaran. Makanan tambahan balita bisa memakai bahan lokal seperti daun kelor, labu kuning, kentang, wortel, telur, jagung manis, serta bahan tambahan lainnya seperti santan, daun bawang, dll.

 

Masyarakat Desa Turirejo belum memaksimalkan sumber daya alam (SDA) yang ada di sekitar, seperti daun kelor. Daun kelor merupakan tumbuhan yang mengandung sejumlah nutrisi baik untuk mencegah stunting, diantaranya adalah protein, kalsium, zat besi, dan mineral lain. Nutrisi tersebut sangat dibutuhkan oleh anak-anak guna menunjang pertumbuhan yang optimal di usianya. Oleh karena itu, kami mengajarkan para ibu kader dan ibu-ibu yang memiliki balita untuk berinovasi dalam membuat produk olahan makanan PTM hasil dari olahan sumber daya alam yang ada di Desa Turirejo yaitu berupa “Puding Daun Kelor”. Puding daun kelor dibuat melalui langkah-langkah yang sederhana. Selain itu, menggunakan bahan yang mudah didapat seperti daun kelor, telur, santan, dan agar-agar plain. Adapun feedback positif yang diberikan ibu-ibu setelah mencicipi puding daun  kelor, seperti rasa puding enak, yummy, dan cocok dengan lidah anak-anak.

 

 

 

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image  
 

 Statistik

 Arsip Artikel

 Agenda

 Sinergi Program

 Pemerintah Desa

 Komentar

 Media Sosial

 Peta Wilayah Desa

 Peta Lokasi Kantor


Kantor Desa
Alamat : DUSUN TURI RT 10 RW 03 DESA TURIREJO KEC KEDAMEAN KAB GRESIK
Desa : Turirejo
Kecamatan : Kedamean
Kabupaten : Gresik
Kodepos : 61175
Telepon : 082230569159
Email : [email protected]

 Statistik Pengunjung

  • Hari ini:3
    Kemarin:374
    Total Pengunjung:68.858
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:162.159.114.68
    Browser:Mozilla 5.0